Emosi pada saat Anda melihat melalui jendela bidik dan saat Anda melihat foto yang sudah dicetak seringkali tidak selaras.
Momen pengambilan gambar bisa terasa kabur dalam ingatan, dan ketika hasilnya sangat berbeda dari yang diharapkan, rasa terkejut menawarkan interpretasi baru.
Terlebih lagi, emosi yang dirasakan orang lain saat melihat foto-foto saya bahkan lebih sulit diprediksi.
Mungkin itulah sebabnya, ketika saya memotret, saya selalu meninggalkan sedikit jejak seseorang di setidaknya satu bingkai.
Untuk semacam “keselarasan visual”—entah mereka merasakan hal yang sama atau sesuatu yang berbeda sama sekali.




