






[Seolhwa Hongsi]
Sekilas tampak seperti kaviar di bagian atas, tetapi sebenarnya bukan kaviar.
Chef Kim Hee-eun menjelaskan menu ini secara rinci, tetapi saya tidak mengingatnya dengan baik.
Pokoknya, rasanya seperti saus Hongsi dan japchae.

Hidangan andalan restoran ini: Gimjeonbok
Abalon kukus yang lembut, disajikan dengan saus yang terbuat dari gopchang gim (rumput laut berbumbu) dan krim keju, ditambah garam yang dicampur dengan isi perut abalon.

Telur kukus lembut seperti puding yang dipadukan dengan jamur yang diolah dengan berbagai cara.
Variasi teksturnya sangat bagus, dan rasanya familiar namun tetap lezat.


Menu Mest hari ini:
Panekuk kentang + Jeungpyeon (kue beras fermentasi) + tuile truffle + kaviar
Pancake kentang itu memiliki tekstur yang kenyal secara mengejutkan.
Rasa asin dari kaviar itu sangat enak.
Pancake tersebut sangat cocok dipadukan dengan sausnya.
Jeungpyeon itu renyah di bagian atas dan kenyal di bagian dalam.











Tinjauan keseluruhan:
Makanannya sangat lezat dan sederhana, dengan cita rasa yang terasa familiar dan mudah dinikmati dalam kehidupan sehari-hari.
Putri-putri saya sangat menyukai makanan di restoran ini.
Namun, bagi saya, restoran ini terasa lebih biasa saja dibandingkan dengan restoran berbintang satu Michelin yang baru-baru ini saya kunjungi.
(Meskipun begitu, makanannya sama sekali tidak buruk—saya menikmati hidangan tersebut.)
Restoran itu juga memiliki suasana yang sangat meriah dan energik.