







Karena lentera batu itu telah dilepas untuk diperbaiki, bagian depannya tampak agak kosong, tetapi pemandangan [Gakhwangjeon] yang terbuka lebar masih memiliki kehadiran yang megah yang saya sukai.
Penempatannya yang unik, dibangun tepat di atas dasar batu bertingkat, membuat [Gakhwangjeon]—yang sudah besar—tampak lebih mengesankan, dan papan angin yang sangat besar, yang biasanya hanya terlihat di istana, membantu menunjukkan skala kemegahannya.
Dari genteng yang pudar hingga dancheong (pola lukisan) yang mengelupas, dan aroma kayu tua yang bercampur dupa, rasanya bangunan itu memikat seluruh indra saya, memberi tahu betapa tuanya bangunan itu sebenarnya. Saya sangat menyukainya.